Mungkin saja kita tidak pernah tahu kalau server milik kita sedang diam-diam sedang diintai oleh penjahan cyber. Salah satu cara untuk masuk ke dalam sistem Linux adalah melalui terminal secure shell atau SSH dengan cara mencoba memasukkan password secara acak atau dikenal dengan istilah brute force. Setiap login ke sistem Linux, baik yang berhasil maupun gagal, dicatat dalam file log di
/var/log/auth. Di bawah ini adalah contoh percobaan brute force oleh penjahat cyber yang terdeteksi di
/var/log/auth:
Dengan sedikit usaha, kita bisa menyembunyikan sshd di pintu/ port berapapun sesuai keinginan. Pada instalasi normal, sshd berada pada port 22. Port sshd ini bisa diubah nilainya di file configurasi sshd yang biasanya ada di
/etc/ssh/sshd_config.
Isi nomor port dengan nomor sesuai pilihan Anda sendiri. Nilai port di atas bisa diubah melalui perintah
root@www:~#nano /etc/ssh/sshd_config
lalu simpan dengan CTRL+O kemudian exit dengan menekan CTRL+X. Restart sshd melalui perintah:
root@www:~#service ssh restart
Selesai! Kini port ssh sudah berubah, maka sesuaikan juga angka port pada saat melakukan koneksi ssh ke server Anda.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar